17. Akankah kita menyerah sebelum pertandingan benar-benar
selesai?
Tiap orang memiliki daya tahan (endurence) dan fokus yang berbeda-beda
dalam menghafal, sehingga tidak jarang para santri itu berhenti di tengah
perjalanan alias belum tuntas 30 juz, kendati banyak juga yang selesai tuntas.
Terkadang ketidaktuntasan tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal, misalnya
lingkungan menghafal yang kurang kondusif dan lemahnya dukungan keluarga. Bisa
juga masalah muncul dari lemahnya motivasi internal.
Sejak awal, mestinya santri atau mahasiswa mengidentifikasi
kemampuan dirinya. Apakah dia memiliki daya tahan dan fokus yang kuat? Apa dia
juga memiliki motivasi yang tinggi? Proses identifikasi tersebut dilakukan
dengan cara menghafal juz 30 terlebih dahulu. Juz 30 atau yang lebih dikenal
dengan juz ‘amma memiliki karakteristik ayat dan surat yang pendek-pendek.
Tentu dengan karakteristik seperti ini, juz 30 menjadi lebih mudah dihafal
dibanding juz-juz lain dalam al-Quran. Dengan kemudahan tersebut, seorang
santri akan mampu meraba sendiri kemampuan menghafalnya. Kalaupun dia terhenti
di tengah jalan, tidak akan sia-sia.









