Bocah Penghafal Al-Qur’an dari Makassar

Muhammad Gozy Basayev nama lengkapnya. Lahir 24 Juni 2000, Gozy – biasa dia dipanggil – adalah putra pertama pasangan M.Natsir dan Erika yang bertempat tinggal di Makassar Sulawesi Selatan. Sejak usia 6 tahun, Gozy telah memulai untuk menghafal Al-Qur’an dan dalam waktu 2 tahun dia berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an diluar kepala.

Inspirasi dari Shamil Basayev

Ketika Gozy lahir saat itu sedang terjadi perang antara mujahidin Chechnya melawan pasukan Rusia. Salah seorang komandan perang Chechnya yang terkenal ketika itu adalah Shamil Basayev. Dia adalah seorang Mujahid yang gagah berani dan juga seorang yang hafidz Al-Qur’an. Ayah Gozy sangat terinspirasi dengan profile beliau sehingga memberikan nama anaknya Muhammad Gozy Basayev yang berarti Muhammad – diambil dari Nabi Muhammad, Gozy yang berarti pejuang dan merupakan syuhada Kaukasus pada abad perengahan sedangkan Basayev merupakan nama belakang Shamil Basayev.

Lahir dari Keluarga biasa dan hampir dimasukkan ke sekolah Nasrani

Pada umumnya, seorang penghafal Al-Qur’an lahir dari keluarga yang sangat dalam ilmu keislamannya. Gozy kecil lahir bukan berasal dari keluarga Ustadz ataupun kyai tetapi datang dari seorang ayah yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan musik dan Ibu rumah tangga. Kemampuan membaca Al-Qur’an kedua orangtuanya pun biasa-biasa saja. Tetapi walaupun demikian kedua orang tuanya memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap anaknya yaitu menjadi penghafal Al-Qur’an.
Berdasarkan referensi yang penulis dapatkan langsung dari ayahnya, Gozy kecil pada awalnya akan dimasukkan ke sekolah Nasrani dengan alasan gengsi dan kualitas sekolah yang lebih baik, tetapi Allah SWT ternyata merencakan lain dan mentakdirkan Gozy untuk masuk kedalam Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kota Makassar.
Sebenarnya kemampuan luar biasa Gozy dalam menghafal Al-Qur’an pertama kali ditemukan bukan oleh kedua orangtuanya tetapi oleh guru privatenya Dra Almira W yang biasa di panggil oleh Gozy sebagai Kak Mira.

Motivasi mengangkat derajat orang tua dan kesabaran menghadapi ujian
Motivasi utama Gozy untuk bisa menjadi seorang yang hafal Al-Qur’an adalah untuk mengangkat derajat orangtuanya di mata Allah SWT karena dia takut orangtuanya tidak bisa masuk syurga kelak. Dia pernah mengatakan kepada ayahnya bahwa dia ingin hafal Al-Qur’an sebelum 1430 H atau 2008 ini karena takut kedua orangtuanya meninggal terlebih dahulu.
Karena motivasi yang sangat besar dari Gozy dan sejak awal ayah dan Ibu Gozy menginginkan anaknya untuk menjadi penghafal Al-Qur’an maka selain bersekolah di SDIT dia pun dimasukkan juga ke sekolah para penghafal Al-Qur’an pimpinan Ust. Syam Amir. Gozy kecil sempat ditolak dengan alasan usia yang masih sangat muda yaitu 6 tahun dimana rata-rata murid yang lain berumur 10 tahun. Tetapi karena melihat semangat yang sangat besar dari Gozy maka dia diperbolehkan masuk dari sehabis sholat Maghrib sampai Isya. Sebelum masuk ke dalam tahap menghafal Al-Qur’an, Gozy harus melalui tahap perbaikan bacaan (tahsin) terlebih dahulu
Ketika pertama kali bergabung dengan sekolah ini Gozy sempat kaget karena rata-rata teman-temannya disekolah tersebut telah hafal lebih dari 1 Juz sedangkan dirinya pada saat itu baru hafal Juz 30. Selain itu Gozy juga di “vonis” mempunyai masalah pernafasan yaitu nafasnya pendek sehingga beberapa kali gagal dalam tes menjadi penghafal Al-Qur’an. Tetapi saat itu Gozy dengan sabar terus berusaha dan melatih kemampuannya di rumah bersama kedua orangtuanya. Akhirnya setelah itu, Gozy pun dapat diterima sebagai penghafal Al-Qur’an dan bertambah semangat.

Untuk mengatasi masalah pernafasannya Orang tua Gozy melatihnya dengan rutin mengajak dia berenang.

Mendengar, Berlatih dan Bimbingan Intensif
 
Salah satu metode yang dipakai oleh Gozy dan kedua oangtuanya adalah dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an melalui kaset-kaset Murattal dan dengan intensif berlatih dirumah dengan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an. Selain itu Gozy juga dilatih secara intensif oleh guru-guru yang sangat kompeten seperti Ust. Nashruddin, Nasruddin, Zaenal, Rahmat, Akbar, Khadiq dan Dzulfikar yang merupakan asisten dari Ust. Syam Amir (beliau pernah menjuarai lomba hafalan Al-Qur’an internasional di Mesir)

Menjaga Makanan dan Perilaku

Berdasarkan pengakuan dari sang ayah, selain rajin berlatih salah satu kunci kesuksesan untuk mudah menghafal Al-Qur’an adalah dengan menjaga agar jangan sampai ada makanan tidak halal yang dikonsumsi oleh Gozy. Oleh karena itu Ibunya memesankan catering dari sekolahnya untuk memastikan sumbernya. Selain itu kedua orangtuanya juga berusaha sekuat tenaga untuk memberikan teladan yang baik kepada Gozy dalam hal perilaku.
Khatam Menghafal pada saat ulang tahun sang ayah
Gozy berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an nya tepat pada tanggal 30 Juli 2008 atau tepat pada ulang tahun ayahnya. Dia memang berniat menyenangkan ayahnya sehingga dia pun rela untuk menambah hafalannya hingga 1 Juz per hari.
Sampai saat ini Gozy masih secara rutin mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an nya untuk menjaga agar tidak hilang dan semakin lancar.
Sayang Adik, berprestasi di sekolah dan mahir bermain piano
Selain hafal Al-Qur’an Gozy juga terkenal berprestasi dalam bidang akademis dengan menjadi juara pertama di sekolahnya. Tidak hanya itu, Gozy juga mahir dalam bermain piano klasik karena sejak kecil sudah berinteraksi dengan musik. Tetapi walaupun Gozy memiliki beberapa keistimewaan dia tetap seperti seorang anak kecil yang masih senang bermain sepakbola, menonton film kartun dan juga bermain games di MP5. Dia juga sangat sayang terhadap adiknya Muhammad Haitsam Sidqi.

Berhasil mendaki Gunung Bawakaraeng

Sebagai seorang penghafal Al-Qur’an Gozy banyak dianugerahi kemudahan oleh Allah SWT yang salah satunya adalah kekuatan fisik. Hal ini dibuktikannya ketika ayahnya mengajak Gozy untuk mendaki gunung Bawakaraeng di Makassar.
Perlu diketahui bahwa gunung ini terletak 2871 M diatas permukaan laut dan merupakan satu dari puluhan puncak gunung tertinggi di Sulawesi Selatan. Untuk mencapai puncak gunung ini dibutuhkan waktu 6-8 jam. Walaupun gunung ini cukup tinggi dan membutuhkan waktu perjalanan yang panjang Gozy dengan mudah berhasil menaklukkannya. Bahkan oleh beberapa pendaki Gozy di sebut sebagai pendaki termuda yang berhasil sampai ke puncak Bawakaraeng.

Motivasi untuk keluarga Muslim

Tujuan penulis mengangkat kisah tentang Gozy adalah sebagai sebuah hikmah dan motivas buat seluruh keluarga Muslim di Indoensia bahwa kita harus bertekad untuk mengenalkan Al-Qur’an sejak dini kepada seluruh anggota keluarga dan berusaha untuk mencetak anak-anak yang hafal dengan Al-Qur’an.
Kisah Gozy diatas membuktikan bahwa untuk memiliki seorang anak yang mampu hafidz (nama untuk orang yang hafal Al-Qur’an) tidak harus menjadi kyai atau ustadz terlebih dahulu tetapi cukup dengan mempunyai mimpi, niat dan bersungguh-sungguh merealisasikannya.
Mohammad Ramadhani
SUMBER: http://naurajannati.wordpress.com/

No comments:

Post a Comment