Indahnya Menghafal Al Quran di Masjid Raya Habiburrahman Bandung

May 2nd, 2010
Menghafal Quran merupakan kegiatan yang sangat mulia, ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh sahabat Al Quran dari zaman Rasulullah sampai sekarang.  Dalam memberikan motivasi dalam menghafal Quran, Rasulullah memberikan penghargaan tertinggi beliau melalui hadits ‘sebaik baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Quran’.
Rasa cinta pada Al quran ini tidak bisa muncul begitu saja, namun perlu pembinaan dari usia dini sampai tumbuh keinginan untuk selalu selalu bersama dengan Al Quran, dalam bentuk implemetasi, tadarus, tilawah, tadabur, mengamalakan bahkan sampai tingkat menghafal Quran.
Tempat menghafal Quran.
Menghafal bisa dilakukan di mana saja, namun alangkah  baik bergabung dalam satu Halaqah Quran, sehingga akan terbentuk suatu komunitas pencinta Quran dan bekal dakwah Quran.  Masjid Raya Habiburrahamanoses belajar dan mengajar Al Quran dan program utama adalah melahirkan hafizh Quran yang siap berdakwah untuk umat. Inilah bentuk realisasi dari hadits diatas. Masjid Raya Habiburrahman berusaha mengamalkan hadits tersebut dengan memberikan pelajaran pelajaran Al Quran untuk para santri tahfizh Quran.
 

Keutamaan menghafal Quran
1.Bernilai ibadah dimana pahalanya dihitung dari tiap huruf yang dibaca
Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)
2.Sebaik-baik amal
Rasulullah saw. bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan).
3.Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ahli Al-Qur’an adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah, Hadits Hasan)
4.Al-Qur’an akan menjadi penolong dan memberi syafaat di hari kiamat
Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).
5.Ditempatkan bersama para malaikat
Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhari, Muslim)
6.Mendapat rahmat dan sakinah dari Allah swt
Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhari dan Muslim).
“Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR. At Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said).
7.Diangkat derajatnya oleh Allah swt di dunia
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (HR Muslim dari Umar bin Khatthab).
8.Menghidupkan hati
Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. (HR At Tirmidzi).
9.Penghafal Qur’an mendapatkan tasyrif nabawi/penghargaan khusus dari Nabi saw.
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul saw mendahulukan pemakamannya.
“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari).
Pada kesempatan lain, Nabi saw. memberikan amanat kepada para Huffazhul Qur’an dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah saw. sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini..surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.”. Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At Tirmidzi dan An Nasaa’i).
Kepada orang yang hafal Al Qur’an, Rasul saw menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah saw. bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim).
10.Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca danmengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud).
11.Ditinggikan derajatnya oleh Allah swt di surga
Rasulullah SAW bersabda: Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al-Qur’an, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)
12.Kedua orang tuanya akan mendapat kemuliaan di akhirat
“…maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an…” (HR. Al Hakim).
Inilah sebagian materi-materi tentang memotivasi para penghafal Quran agar tetap berpegang teguh pada keinginan untuk selalu mencintai Al Quran, Masjid Raya Habiburrahman memfasilitasi proses belajar Al Quran juga mengadakan kegiatan untuk memperkokoh iman dan ketakwaan santri tahfizh Quran seperti mabit yang diadakan setiap bulan pada pekan terakhir yang diasuh oleh Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf dan Ustadz lain yang terkenal di kota Bandung.
Demikian tulisan dari kami semoga ada manfaatnya

SUMBER:

No comments:

Post a Comment